Etika Mengirim Whatsapp / Pesan ke Dosen Atau Guru

 


Dimana saja, etika dan akhlak harus dapat dijaga dalam kehidupan sehari-hari, khususnya mahasiswa Ipmafa atau yang biasa disebut mahasiswa santri. Etika ini banyak dan macam-macam, termasuk ketika mengirim pesan WA atau Sms kepada dosen yang membimbing kita. Tidak sedikit lho mahasiswa atau murid yang tidak tahu bagaimana cara mengirim WA yang beretika. Akibatnya WA atau sms tersebut tidak dijawab atau didiamkan atau bahkan bisa jadi membuat dosen tersebut kesal dan tersinggung.

Mungkin karena seringnya kita mengirim WA ke teman-teman, giliran kirim pesan ke dosen kayak WA ke sesama mahasiswa atau teman dekat sendiri. Walhasil WA yang kita kirim terkesan tidak sopan dan kurang beretika. Ingat, seseorang yang beretika baik, akan dipandang hormat oleh orang lain, begitupun sebaliknya.

Meski WA yang tidak sopan tidaklah satu-satunya alasan untuk tidak dijawab oleh dosen, tapi setidaknya kita sudah berusaha terbaik dalam berkomunikasi dengan guru kita. Karena biasanya pesan mahasiswa yang tidak dibalas disebabkan beberapa hal berikut:
  1. Isi pesan tidak berkenan di hati, alias tidak beretika.
  2. Salah waktu. Jika menghubungi di waktu sibuk biasanya akan terlewatkan, kemudian terlupakan, meski tampak pesan tersebut sudah terbaca.
  3. Lebih suka ditelpon.
  4. Pulsa/paket data internet habis.

Untuk itu, di sini akan dibagikan beberapa tips mengenai cara mengirim pesan WA/sms yang sopan agar dosen, guru, atau orang yang lebih tua daripada kita mau merespon kiriman pesan kita:

1.  SALAM & SAPA
Awali pesan singkat dengan memberi salam seperti "Assalamu alaikum", ditulis lengkap lebih baik. Jangan sampai kita belum pernah kirim WA ke dosen tiba-tiba langsung menyampaikan keperluan, jadi terkesan kasar dan tidak beretika. Selain itu salam berpahala juga kan :).

Selain salam, sapalah dosen kita dengan sopan. Meski dosen kita terlihat ramah, dekat dengan siapa saja, dan bahkan gaul, tetap disarankan menggunakan bahasa formal, menggunakan sapaan yang sopan seperti "Bapak", atau namanya misalnya "Pak Teguh", atau "Bu Irma".

Contoh benar:
[v] Assalamualaikum Bu Herni
[v] Selamat Pagi Pak Tony

Salah:
[x] Pagi Pak/Mas Broo...
[x] Selamat Pagi Miss Irma yang cuannntikkk,,,

Terkadang WA kita bisa kita bubuhi dengan kerendahan hati kita seperti "maaf". Contoh: "Assalamualaikum. Maaf, Pak, mengganggu sebentar".

2. SEBUTKAN IDENTITAS DIRI
Handphone dosen atau guru kita bukanlah komputer atau buku registrasi yang menyimpan semua nama mahasiswanya, tak terkecuali nama kita. Jadi, pastikan untuk memperkenalkan diri dengan sopan dan jelas.

Contoh benar:
[v] Assalamualaikum Bu Irma, maaf mengganggu. Saya Fitri Rahmawati salah satu mahasiswa bimbingan Ibu di Prodi KPI.
[v] Assalamualaikum Pak Teguh, Maaf ini Ahmad Bayu, mahasiswa KPI 1.

Salah:
[x] Assalamualaikum Pak Teguh, maaf sebelumnya, coba tebak ini siapa...?
[x] Pagi Bu, ibu ada di mana sekarang? Hari ini ke kampus gak bu?”
[x] Ibu posisi dimana? saya sudah di kampus dari tadi...

Perlu diingat, guru/dosen tidak selalu menyimpan nomor setiap WA yang masuk. Jika Anda telah mengirim WA misalnya seminggu yang lalu, kemudian ada keperluan lagi, tetap perkenalkan diri Anda supaya mereka tidak bingung mengingat kembali.

3. UTARAKAN MAKSUD DAN KEPERLUAN
Jelaskan keperluan Anda dengan singkat, jelas dan sopan. Hindari kata-kata yang tidak tegas dan bertele-tele. Juga jangan menggunakan kalimat yang bernada memerintah. Ingat, dosen itu rata-rata lebih tua atau lebih berwawasan secara akademik. Jika membuat janji bertemu, langsung tanyakan jam dan tempatnya.

Contoh benar:
[v] Assalamualaikum Pak Teguh, Maaf ini Ahmad Bayu, mahasiswa KPI semester 7A. Saya ingin mendapatkan bimbingan skripsi dengan Bapak. Kira-kira kapan Bapak ada waktu luang sehingga bisa saya temui?.
[v] Assalamualaikum, saya Ratna mahasiswa KPI IPMAFA semester 7. Maaf pak, saya mau menanyakan apakah besok bapak ada waktu untuk bimbingan skripsi? Terima Kasih
[v] Assalamualaikum, Bu saya Ali Mahmudi dari kelas KPI 2A. Maaf, jika diperbolehkan saya hendak minta slide matakuliah Sinematografi yang Ibu sampaikan kemarin untuk saya buat bahan belajar, dimana saya bisa mendapatkannya Bu? Terimakasih.

Salah:
[x] Siang Pak, ini Bayu, mahasiswa bimbingan Bapak. Mau minta bimbingan nih!. Bapak kapan sempat? Bapak ke kampus sekarang yah kalo bisa.
[x] Bu saya ali dari kelas PBA2 A. Boleh minta slide kuliah gak bu? Kirimin via gmail aja ya bu, kita butuh buat belajar, makasih…
[x] Bu…., UAS kan sudah selese...tolong dikoreksi ya bu makulnya, saya pengen cepat tahu nih nilainya....trims.

4. GUNAKAN BAHASA YANG BAIK DAN BENAR
Ketika mengirim WA, periksalah dahulu kata-kata Anda. Perhatikan tanda baca. Sebaiknya tidak menyingkat pesan karena mau menghemat waktu atau terburu-buru. Dan ingat, jangan menggunakan bahasa yang alay/gaul/slank dsb. Bagi mahasiswa, tulisan 4L4y mungkin lucu dan menarik, tapi bagi dosen, tentu butuh waktu khusus untuk mencerna tulisan anda. Jagalah kesan yang baik di mata guru kita.

Salah:
[x] SoRe bu..ApA be5ok 4da m4t4kul!ah Ga’ ea...?
[x] Wah pagi AQ g' bisa e bu, Sore 'ja ya bU...?”

5. PERHATIKAN WAKTU PENGIRIMAN PESAN
Dalam mengirim WA, perlu juga kita perhatikan jam istirahat dosen kita, jangan terlalu malam atau kepagian. Kirimlah pesan pada saat hari dan jam kerja. Tetapi jika dosen kita mengajar hari Ahad, maka mengirim WA hari sabtu-minggu masih dalam batas kewajaran.

6. UCAPKAN TERIMAKASIH
Jangan lupa ucapkan terima kasih untuk mengakhiri pesan. Bisa juga kata/kalimat pendek yang menunjukkan bahwa Anda sudah memahami pesan yang disampaikan oleh dosen.

Demikian tips ber-WA dan berkomunikasi secara digital pada guru dan dosen kita, semoga bermanfaat 😀😉